HOME PROFIL MEDIA AJAR PERANGKAT AJAR RUANG DISKUSI AKUN BELAJAR.ID
Pada saat jam Gali 35 (Gerakan aksi lingkungan 3 kali sehari selama 5 menit), Guru meminta peserta didik mengumpulkan sampah yang ada di sekitar tempat duduk dan menyiram taman kelas. (Peduli Lingkungan)
Guru meminta peserta didik berhati-hati menggunakan peralatan TIK dan sumber arus listrik, memperhatikan jarak pandang dengan perangkat elektronik (HP/ laptop/ komputer/ dsb) antara 35 s.d 60 cm, dan mentaati protokol kesehatan. (SRA)
INF-BK-1.2 Memahami konsep lembar kerja pengolah data.
KKA-BK-1.1 Memahami pengelolaan data dalam kehidupan masyarakat.
Pertemuan 1 : Mengenal Data, Analisis Data, Interpretasi Data, dan lembar kerja pengolah data
Pertemuan 2 : Mencoba mengatur format cells pada lembar kerja pengolah data
Pertemuan 3 : Menyusun data di lingkungan sekolah atau rumah (data terkait sekolah, murid, guru, sarana dan prasarana sekolah, tanaman, jenis sampah, atau makanan sehat di sekolah)
Pertemuan 4 : Membuat data pada lembar kerja pengolah data
Pertemuan 5 : Membuat data pada lembar kerja pengolah data
Pertemuan 6 : Presentasi hasil kerja
Murid mengeksplorasi berbagai cara untuk menyajikan, mengatur, dan mengolah data menggunakan lembar kerja pengolah data. Murid mengembangkan ide kreatif dalam menentukan format cells, menyusun data dari lingkungan sekolah atau rumah, serta menghasilkan tabel dan tampilan data yang informatif, menarik, dan mudah dipahami.
Murid bekerja sama dalam kelompok untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan data, menentukan jenis data yang diperlukan, mengatur dan mengolah data pada lembar kerja, membagi tugas secara adil, serta saling memberikan masukan dalam menyelesaikan tugas. Murid juga berkolaborasi dalam menyiapkan dan mempresentasikan hasil pengolahan data serta menghargai pendapat anggota kelompok.
Halo!
Selamat datang pada sesi pembelajaran Pengelolaan Data.
Pada sesi awal ini, kalian diminta untuk mengingat materi sebelumnya.
Pertanyaan pemantik:
Silakan Anda jawab sesuai dengan pengalaman dan pemikiran Anda sendiri. Tidak ada jawaban benar ataupun salah. Mulai dari diri adalah tes sebelum belajar.
Menurutmu apa itu data?
Mengapa kita perlu mengolah data?
Klik link berikut untuk menjawab ==> JAWAB MULAI DARI DIRI
Peserta tercepat yang menjawab akan mendapat poin plus.
Murid membangun pemahaman terhadap konsep, fakta, prinsip, atau prosedur melalui kegiatan mengamati, bertanya, mencari informasi, berdiskusi, dan menghubungkan dengan pengetahuan yang telah dimiliki.
Pada tahap ini, fokusnya bukan menghafal, tetapi memastikan murid benar-benar memahami alasan, fungsi, dan hubungan antar konsep.
Pada bagian ini kalian akan mencoba mendalami lebih jauh, seperti apa yang dimaksud dengan Pengelolaan Data. Kalian secara mandiri akan berproses dengan paparan materi berbentuk video, ataupun artikel/slide powerpoint yang berisikan keterangan mengenai Pengelolaan Data Di tiap bagiannya nanti akan terdapat serangkaian penugasan mandiri yang perlu Anda kerjakan, namun mampu membantu kalian untuk mendalami materi tersebut.
Kegiatan literasi yaitu kegiatan membaca dan menulis ringkasan materi pembelajaran. Ringkasan bisa berupa paragraf, mind map, poster/ gambar, tabel, komik, puisi, lagu, dsb.
Informasi yang perlu kalian cari antara lain:
Apa itu Data, Analisis Data, Interpretasi Data?
Sebuktan 3 contoh data!
Sebutkan contoh perkakas pengolah data (perkakas pengolah lembar kerja)!
Sebutkan bagian-bagian lembar kerja perkakas pengolah data!
Selamat berproses!
Mengelola data dalam kehidupan sehari-hari
Konsep berpikir komputasional erat kaitanya dalam pengelolaan data, terutama dalam konteks data science dan kecerdasan artifisial. Mengacu pada definisi operasional berpikir komputasional kita dapat mengasah kecakapan dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola, dan algoritma sehingga bisa membantu seseorang dalam memecahkan masalah secara efisien efektif dan optimal.
Mengelola data dalam kehidupan sehari-hari
Pengelolaan data yang baik memiliki peranan penting untuk membantu sebuah pengambilan keputusan dengan cara mengumpulkan data, menganalisis data suatu kegiatan agar dapat memberikan informasi yang jelas dan akurat. Pengelolaan data yang baik harus melalui tahapan pengolahan dan penyajian data yang sistematis. Proses pengolahan data yang baik bertujuan untuk menyusun data mentah menjadi informasi yang lebih sederhana sehingga mudah dipahami serta dapat digunakan untuk keperluan analisis lebih lanjut.
“Cara menemukan dan mengolah data secara sistematis (misalnya, catatan wawancara, observasi) untuk meningkatkan pengetahuan peneliti dan menyajikannya sebagai temuan.”
“Kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan masukan berupa data dan menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk tujuan sesuai rencana” Menurut sifatnya, data digolongkan menjadi dua kelompok data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data dalam bentuk kategori atau atribut, sedangkan data kuantitatif adalah data yang berbentuk bilangan. Data kuantitatif dikelompokkan menjadi dua yaitu data diskrit dan data kontinu. Data diskrit dapat diperoleh dari hasil membilang atau operasi aritmatika dan data kontinu diperoleh dari hasil mengukur.
Menurut cara memperoleh data terbagi menjadi dua kelompok yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dengan cara memperoleh data secara langsung dari sumbernya sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh sudah dalam bentuk jadi dari pihak lain. Data dapat peroleh melalui kegiatan eksperimen atau kegiatan bukan eksperimen. Berikut adalah aktivitas penyelesaian pengelolaan data dengan menerapkan berpikir komputasional:
A. Dekomposisi
Proses dekomposisi merupakan proses pemecahan masalah besar menjadi sub masalah yang lebih kecil sehingga data lebih mudah dikelola. Kegiatan yang kita lakukan adalah mengidentifikasi data yang diperlukan dan sumber data.
B. Pengenalan Pola
Mengidentifikasi pola bertujuan untuk menemukan tren data yang dapat memberikan informasi berharga dengan cara mengelompokkan data, pembersihan data, dan klasifikasi data. Pembersihan data perlu dilakukan untuk memeriksa data guna menghindari adanya kesalahan seperti duplikasi dan nilai yang hilang, serta data yang tidak valid.
Data yang telah diperiksa kemudian diklasifikasikan berdasarkan kategori tertentu berdasarkan faktor yang relevan. Ketika diidentifikasi, Anda dapat menggunakan berbagai teknik pembersihan data, yaitu:
Standardisasi
Ketidakkonsistenan muncul ketika data direpresentasikan dalam format atau struktur yang berbeda dalam kumpulan data yang sama. Sebagai contoh, ketidaksesuaian yang umum terjadi adalah format tanggal, seperti "MM-DD-YYYY" dangan "DD-MM-YYYY." Menstandarkan format dan struktur dapat membantu memastikan keseragaman dan kompatibilitas untuk analisis yang akurat.
Mengatasi outlier
Outlier adalah titik data yang menyimpang secara signifikan dari yang lain dalam kumpulan data, yang disebabkan oleh kesalahan, kejadian langka, atau anomali yang sebenarnya. Nilai-nilai ekstrem ini dapat mendistorsi analisis dan akurasi model dengan memiringkan rata-rata atau tren. Para profesional manajemen data dapat mengatasi outlier dengan mengevaluasi apakah itu kesalahan data atau nilai yang berarti. Kemudian, mereka dapat memutuskan untuk mempertahankan, menyesuaikan, atau menghapus outlier tersebut berdasarkan relevansinya dengan analisis.
Deduplikasi
Deduplikasi data adalah proses perampingan di mana data yang berlebihan dikurangi dengan menghilangkan salinan ekstra dari informasi yang sama. Catatan duplikat terjadi ketika titik data yang sama diulang karena masalah integrasi, kesalahan entri data manual, atau gangguan sistem. Duplikat dapat menggelembungkan kumpulan data atau mendistorsi analisis, sehingga menghasilkan kesimpulan yang tidak akurat.
Mengatasi missing values
Missing values muncul ketika titik data tidak ada karena pengumpulan data yang tidak lengkap, kesalahan input, atau kegagalan sistem. Kesenjangan ini dapat mendistorsi analisis, menurunkan akurasi model, dan membatasi utilitas kumpulan data. Untuk mengatasi hal ini, para profesional data dapat mengganti missing values dengan data yang diperkirakan, menghapus entri yang tidak lengkap, atau menandai missing values untuk penyelidikan lebih lanjut.
Validasi
Tinjauan di akhir proses pembersihan data sangat penting dalam memverifikasi bahwa data sudah bersih, akurat, dan siap untuk dianalisis atau divisualisasikan. Validasi data sering kali melibatkan penggunaan pemeriksaan manual atau alat pembersih data otomatis untuk memeriksa kesalahan yang tersisa, data yang tidak konsisten, atau anomali.
Analis data, insinyur data, dan profesional manajemen data lainnya melakukan teknik pembersihan data melalui metode manual menggunakan spreadsheet Microsoft Excel. Untuk data yang lebih kompleks memungkinkan juga menggunakan bahasa pemrograman seperti Python, SQL, R dan AI juga dapat digunakan untuk membantu mengotomatiskan dan mengoptimalkan beberapa langkah pembersihan data, termasuk: menganalisis data sumber, menstandarkan data, menggabungkan duplikat dan penerapan aturan pembersihan data.
C. Abstraksi
Menyederhanakan informasi yang berfokus pada data penting dan mengabaikan data yang tidak relevan dalam pengelolaan data tersebut, yang kita lakukan adalah mengekstraksi fitur-fitur penting dari data mentah yang dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.
D. Algoritma
Penyusunan Instruksi Tahap akhir dalam pengolahan data sehingga bisa membantu dalam mengambil sebuah keputusan yang kita lakukan adalah analisis waktu tempuh yang melibatkan beberapa komponen utama. Setelah melakukan tahap dekomposisi, abstraksi, dan mengenal pola kita dapat mengembangkan algoritma untuk menghitung waktu tempuh berkendara dengan langkah-langkah yang sistematis. Contoh pemecahan masalah logistik dalam menghitung waktu tempuh berkendara dengan instruksi yang efektif dengan membagi masalah menjadi langkah-langkah yang dapat diikuti dengan mudah. Setiap langkah harus dirumuskan dengan jelas dan logis. Algoritma yang dibuat harus mengikuti urutan yang benar dalam proses perhitungan.
Algoritma diatas dapat Anda kembangkan lebih kompleks atau lebih sederhana, tergantung pada faktor-faktor yang dimasukkan, dan dapat lebih dioptimalkan agar menghasilkan instruksi yang efisiensi. Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah, berpikir komputasional membantu dalam mengelola data sehingga memungkinkan masalah kompleks dapat diselesaikan dengan cara yang lebih terstruktur dan sistematis.
Murid menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipahami untuk menyelesaikan masalah, menghasilkan karya, atau melakukan praktik dalam konteks nyata.
Pada tahap ini murid menunjukkan bahwa mereka mampu menggunakan konsep, bukan hanya menjelaskannya.
Petunjuk:
Klik tautan https://wordwall.net/play/110683/376/260.
Masukkan nama lengkap dan kelas.
Kerjakan permainan Berpikir Komputasional dengan teliti.
Bacalah setiap pertanyaan sebelum memilih jawaban.
Kerjakan secara mandiri dan jujur.
Setelah selesai, perhatikan hasil yang diperoleh dan lakukan refleksi terhadap jawaban yang masih salah.
Jangan hanya mengejar skor. Pahami alasan mengapa jawaban kalian benar atau salah.
Selamat bermain, berpikir, dan belajar! 🧠🎮✨
Tentukan topik data yang akan kalian teliti.
Berikan tanda centang (✓) pada salah satu pilihan berikut.
[...] Data kebersihan dan jenis sampah
[...] Data tanaman di lingkungan sekolah
[...] Data sarana dan prasarana
[...] Data makanan/minuman yang dikonsumsi murid
[...] Data murid
[...] Data guru
[...] Data lainnya: ....................................................
Pilih metode pengumpulan data:
[...] Observasi/pengamatan
[...] Wawancara
[...] Penghitungan langsung
[...] Dokumentasi
[...] Data yang sudah tersedia
[...] Lainnya: ....................................................
Hasil Pengumpulan data
...............................................................................................
...............................................................................................
...............................................................................................
...............................................................................................
...............................................................................................
Panduan
-----
Klik tanda tambah (+)
Masukkan nama kelompok pada kolom judul.
Klik Upload, pilih file tugas pengelolaan data dan klik Open.
Tunggu hingga proses selesai, kemudian klik Publish.
Tunggu verifikasi dari guru.
Murid mengevaluasi proses dan hasil belajarnya, menyadari keberhasilan maupun kesulitan yang dialami, serta merencanakan perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
Refleksi membantu murid menjadi pembelajar yang mandiri dan terus berkembang.
v Guru memandu refleksi bersama (Bersahabat/ Komunikasi) (Comunication dan Colaborative 4K) [Eksplorasi Pemahaman]
Apa yang sudah dipelajari?
Apa kendala yang dihadapi dan bagaimana cara mengatasinya?
Apa manfaat belajar algoritma dan pemrograman visual?
v Guru memberikan penguatan konsep dan motivasi.
v Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik untuk mengetahui sejauh mana peserta didik memahami materi pembelajaran. (Comunication dan Colaboration)
v Guru dan peserta didik menyimpulkan tentang materi yang dipelajari. Guru memberikan poin-poin penting mengenai materi yang telah dipelajari. (Comunication dan Colaboration)
v Guru memberikan motivasi dan memuji hasil karya peserta didik. (SRA)
v Guru bersama peserta didik mensyukuri nikmat dan karunia yang diberikan Tuhan, dan meminta peserta didik bedoa dan meninggalkan ruangan dengan tertib. (Religius dan Disiplin)